Thursday, 28 May 2015

REZEKI MENGALIR DERAS


AGAR REZEKI MENGALIR DERAS

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat blogger yang dimuliakan Allah ta'ala, mari kita simak Nasihat Ulama berikut, semoga kita semua senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT.

kali ini kita akan membahas tentang cara agar Rezeki kita mengalir dengan deras dan barokah.

ada beberapa Hal
Hal-hal yang memudahkan dan melancarkan rezeki yang lagi sreg (mampet) diantaranya :
1- ISTIQAMAHKAN SHOLAT DHUHA
Allah SWT berfirman dihadits qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
2- SURAH AL-WAQI'AH
Barangsiapa yang membaca surah al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan tertimpa kesulitan selamanya ” (Riwayat Ibn Mas‘ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir)
3- ISTIQAMAHKAN SHOLAT TAHAJUD
Rasulullah,SAW:
"Sesungguhnya Allah 'Azza Wa Jalla turun (rahmat) setiap malam turun ke langit dunia, ketika tepat pada waktu 1/3 malam yang akhir sambil berfirman : Barang siapa yang berdoa padaKu akan Aku kabulkan, barang siapa yang minta padaKu akan Aku beri dan barang siapa yang minta ampun padaKu akan Aku ampuni”.
4. Selalu berprasangka baik kepada Allah (Husnuzhon Billaah).
5 Memperbanyak tawakal kepada Allah.
6.Meningkatkan taqwa kepada Allah.
7. Berusaha menjadi orang yang jujur dan amanat.
8.Senang menghormati tamu.
“Tamu datang dengan membawa rezekinya dan dia pergi dengan menghilangkan dosa kaum, dan Allah menghapus dari dosanya dan juga dosa-dosa kaum”. Berdasarkan hadist ini, siapapun yang menjadi tamu harus dihormati jangan disia-siakan, sebab jika menyia-nyiakan tamu maka akan mendapat ancaman.
Juga sabda Rasulullah SAW; “Tamu datang pada kalian dengan membawa rezeki.” (HR. Muslim)
9. Memperbanyak / Menyambung Siilaturrahim
“Barang siapa yang ingin diluaskan dalam rezekinya dan ingin di panjangkan dalam umurnya maka supaya menyambung Shilaturrahim”.
10. Memperbanyak Infaq dan Sedekah
11. Memperbanyak istighfar.
“Sesungguhnya seorang laki-laki akan dihalang-halangi rezekinya sebab kesalahan (dosa) yang telah ia kerjakan”.(HR.Ibn Majah)

“Barang siapa yang memperbanyak membaca istighfar, maka Allah akan menjadikan segala kesusahan, menjadi kemudahan dan dari segala kesempitan Allah menjadikan jalan keluar dan Allah akan memberi rezeki untuknya dari yang dia sangka maupun yang tidak dia sangka”.(HR.Ahmad)

Demikian uraian yang dapat disampaikan
semoga membawa manfaat bagi kita semua , aamiin
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.






Tuesday, 26 May 2015

FADHILAH BULAN SYA’BAN DAN MALAM NISHFU SYA’BAN


AGAR UMMAT DENGAN JELAS MENGERTI TENTANG FADHILAH BULAN SYA’BAN DAN MALAM NISHFU SYA’BAN
Assalamu'alaikum Wr Wb.
dibawah ini ada kutipan dari kalam Al-Habib Soleh Bin Muhammad Basalamah
mari kita simak dan cermati serta renungi isi nya.
Suatu ummat atau negara atau kaum apabila terjadi dalam kehidupan mereka kejadian yang bersejarah, bernilai tinggi dan sangat penting pasti kejadian tersebut akan dikenang bahkan diperingati, begitu juga bulan Sya’ban bagi ummat Nabi Muhammad SAW.
Pada awal permulaan diperintahkannya sholat, Allah menentukan kiblat-nya menghadap Baitul Maqdis ( Masjidil Aqso di Palestina ), orang-orang yahudi menganggap bahwa Baitul Maqdis adalah kiblat-nya mereka, maka orang-orang yahudi menghina ummat islam dianggap men-jiplak kiblat mereka, kejadian ini menjadikan Rasulullah SAW perihatin dan terus memohon kepada Allah agar diberi kiblat sendiri bagi ummat islam.
MAKA PADA BULAN SYA’BAN turunlah ayat yang ke 144 dari surat Al-Baqoroh :
“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering me-nengadah ke langit, Maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu”.
Kejadian ini dikenal dengan “TAHWIILUL QIBLAT” pengalihan arah kiblat, seandainya saudara-saudara kita ummat Nabi Muhammad SAW mengetahui sejarah ini, maka bulan Sya’ban akan diperingati sebagai bulan “TAHWIILUL QIBLAT” yang diharap dan disenangi oleh Rasulullah SAW (Lepas dari anggapan men-jiplak kiblatnya Yahudi).
KEJADIAN LAIN DALAM BULAN SYA’BAN yaitu Allah menurunkan ayat yang ke-56 dari surat Al-Ahzab : ada DUA HAL PENTING dari ayat ini, PERTAMA ; Allah memberi informasi kepada ummat Nabi Muhammad SAW : Bahwa Allah dan seluruh para Malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, KEDUA ; Bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
SHOLAWAT adalah merupakan keistimewaan Nabi Muhammad SAW dan ummatnya karena hanya diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan ummatnya, KEISTIMEWAAN INI ayatnya turun pada bulan sya’ban.
• INFORMASI PENTING DARI RASULULLAH SAW KEPADA UMMATNYA TENTANG BULAN SYA’BAN
Dalam berbagai keterangannya Rasulullah SAW menjelaskan bahwa : Amal setiap manusia dilaporkan kepada Allah setiap hari, ini namanya laporan harian, dalam riwayat lain Rasulullah SAW menerangkan bahwa : Amal setiap manusia dilaporkan kepada Allah setiap hari senin dan kamis, ini namanya laporan mingguan, dan kali ini Rasulullah SAW memberi informasi :
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَانَ ؟ قَالَ : ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفَلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْأَعْمَالُ إِلٰى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَأَنَا أَصُوْمُ. (رواه النسائى)
Diriwayatkan dari Shahabat Usamah Bin Zaid R.A berkata : aku bertanya : “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa dalam suatu bulan, sebagaimana engkau berpuasa pada bulan sya’ban?”. Maka Rasulullah SAW menjawab : “Bulan tersebut (Bulan Sya’ban) adalah bulan yang sering kali dilalaikan oleh banyak orang, karena terletak diantara bulan Rojab dan bulan Romadhon, Sya’ban adalah bulan diangkatnya (dilaporkannya) berbagai amal manusia kepada Allah Tuhan Pencipta semesta alam, dan aku berharap agar ketika amalku dilaporkan nanti aku dalam keadaan sedang berpuasa”. (HR. IMAM AN-NASA’I)
Allah tidak membutuhkan laporan tentang amal manusia sebab Allah Maha Tahu segala-galanya, akan tetapi laporan-laporan ini adalah penampakkan kekuasaan Allah kepada makhluk-Nya dan mempunyai hikmah tersendiri.
INILAH KECINTAAN RASULULLAH SAW KEPADA UMMATNYA, Agar ummatnya lebih semangat mendekatkan diri kepada Allah pada bulan Sya’ban. Sehingga dilaporkan amalnya dalam keadaan paling baik.
ADA APA DI MALAM NISHFU SYA’BAN?
Inilah informasi dari Rasulullah SAW :
• PERTAMA :
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يَطَّلِعُ اللهُ إِلٰى جَمِيْعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مَشَاحِنٍ. (رواه الطبراني وابن حبان)
Diriwayatkan dari Shahabat Mu’adz Bin Jabal R.A ; dari Nabi Muhammad SAW, Beliau bersabda : “Pada malam Nishfu Sya’ban (Malam 15 bulan sya’ban) Allah memandang semua makhluk-Nya dengan pandangan rohmat-Nya, Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka, kecuali orang Musyrik (orang yang menyekutukan Allah) dan Musyahin (orang yang suka membenci terhadap sesama makhluk).
(HR. IMAM AT-THOBARONI & IBNU HIBBAN)
• KEDUA :
عَنِ السَّيِّدَةِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَالَ : هٰذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلِلّٰهِ فِيْهَا عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ بِعَدَدِ غَنَمِ كَلْبٍ وَلَا يَنْظُرُ اللهُ فِيْهَا إِلٰى مُشْرِكٍ وَلَا إِلٰى مَشَاحِنٍ وَلَا إِلٰى قَاطِعِ رَحِمٍ وَلَا إِلٰى مُسْبِلٍ وَلَا إِلٰى عَاقٍ لِوَالِدَيْهِ وَلَا إِلٰى مُدْمِنِ خَمْرٍ . (رواه البيهقي)
Diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Pada suatu malam Malaikat Jibril mendatangiku, Dia berkata : “Malam ini adalah malam Nishfu Sya’ban yang dimana Allah membebaskan hamba-hambaNya dari siksaan api neraka, sejumlah bilangan bulu kambing kabilah Bani Kalb di malam itu Allah tidak akan memandang kepada orang Musyrik, juga orang yang suka menebar kebencian, orang yang memutuskan tali keluarga, orang yang suka mencaci maki dan orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, juga orang yang suka meminum minuman keras (pecandu miras)”. (HR. IMAM AL-BAIHAQI)
AGAR UMMATNYA PADA MALAM TERSEBUT memperbanyak istighfar sehingga menjadi ummat yang diampuni dosanya, dan agar ummatnya mempersiapkan diri menjadi ummat yang “UTAQO” artinya ummat yang dibebaskan dari siksaan api neraka dengan melepaskan diri dari perbuatan-perbuatan yang disebutkan tadi oleh Rasulullah SAW sebagai perbuatan-perbuatan penghalang, dengan informasi ini ummat akan menghindari perbuatan-perbuatan penghalang (atau bertaubat), ITULAH MALAM NISHFU SYA’BAN.
APA YANG HARUS DILAKUKAN PADA NISHFU SYA’BAN? (MALAM DAN HARINYA)
Inilah informasi dari Rasulullah SAW :
عَنْ سَيِّدِنَا عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمًوْا يَوْمَهَا فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالٰى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرُ لَهُ أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مِنْ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا ، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ . (رواه ابن ماجه)
Diriwayatkan dari Sayyidina Ali Bin Abi Tholib R.A, dari Nabi Muhammad SAW, Beliau bersabda : “Apabila datang malam Nishfu Sya’ban, maka kalian hidupkanlah malamnya dan berpuasa-lah pada pagi harinya, karena sesungguhnya Allah SWT pada malam itu turun ke Langit dunia, Allah SWT menyeru hamba-Nya seraya berfirman : “Adakah orang yang memohon ampunanku pasti akan Aku ampuni dosanya, Adakah orang yang memohon rizki kepadaku, pasti Aku akan memberinya rizki, Adakah orang yang sedang susah tertimpa musibah, pasti Aku beri ia keselamatan, dan seterusnya dimulai dari tenggelamnya matahari sampai terbitnya fajar”.
(HR. IMAM IBNU MAJAH)
Rasulullah SAW memerintahkan ummatnya pada malam Nishfu Sya’ban untuk dihidupkan dan berpuasa pada paginya.
Perintah Rasulullah SAW ini muthlaq artinya melakukan amaliyah apa saja yang berbentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, dan karena mayoritas ummat islam adalah orang ‘awwam maka para ulama mengatur dan menganjurkan agar ummat islam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan membaca surat Yasin tiga kali dan diiringi Do’a yang sudah masyhur ( DO’A MALAM NISHFU SYA’BAN ) yang disusun oleh para Alim Ulama, ini sekedar bimbingan para Ulama, silahkan ummat islam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan apa saja yang bernilai pendekatan diri kepada Allah SWT, ini baru sedikit yang bisa kami tulis, disana masih banyak riwayat-riwayat yang menerangkan fadhilah bulan sya’ban dan malam Nishfu Sya’ban.
SAUDARA-SAUDARAKU UMMAT NABI MUHAMMAD SAW MALAM NISHFU SYA’BAN INSYA ALLAH HARI SENIN, TANGGAL 1 JUNI 2015 MALAM SELASA.
Mudah-mudahan kita semua mendapatkan hidayah dari Allah SWT untuk bisa memperbaiki diri lewat bulan Sya’ban dan malam Nishfu Sya’ban. Amiiin...
Semoga Bermanfaat sumber dari Facebook 
Wa'aaikumsalam Wr. Wb.


Thursday, 21 May 2015

PUASA SYA'BAN


Assalamu'alaikum Wr Wb
Bismillahirrohmanirrohiim
Kali ini saya akan share dari halaman FB nya Ulama dari Cirebon yaitu Buya Yahya
silahkan disimak baik-baik

(BENARKAH PUASA SETELAH NISFU SYA'BAN (SETELAH TANGGAL 15 SYA'BAN) ITU HARAM ? | Buya Yahya Menjawab)

Assalamu’alaikum…

Buya, apakah benar kalau sudah lewat tanggal 15 Sya’ban kita gak boleh puasa ?

Jawaban :

Menurut madzhab Imam Syafi’i yang dikukuhkan adalah haram (makruh karohatattahrim). Dan menurut jumhur 'Ulama dari Madzab Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan Imam Malik hukumnya tidak haram.

Dan haram hukumnya puasa setelah nisyfu sya’ban menurut madzhab Imam Syafi’i. Akan menjadi tidak haram dengan 3 perkara :

1. Karena kebiasaan puasa, seperti orang yang biasa puasa Senin dan Kamis, maka ia pun boleh melanjutkan puasa Senin dan Kamis meskipun sudah melewati nisyfu sya’ban.

2. Untuk mengganti (qadha) puasa, misalnya seseorang punya hutang puasa belum sempat mengganti sampai nisyfu sya’ban, maka pada waktu itu berpuasa setelah nisyfu sya’ban untuk qadha hukumnya tidak haram.

3. Dengan disambung dengan hari sebelum nisyfu syaban, misalnya dia berpuasa tanggal 16 sya’ban kemudian disambung dengan hari sebelumnya (yaitu tanggal 15 sya’ban). Maka puasa di tanggal 16 tidak lagi menjadi harom.

Pendapat ulama Syafi’iyah yang mengatakan haram dan akan menjadi tidak haram dengan 3 hal tersebut di atas karena mengamalkan semua riwayat yang bersangkutan dengan hal tersebut.

Seperti Hadits yang diriwayatkan oleh :

a. Imam Tirmidzi, Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah :

“Apabila sudah pertengahan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa.” (H.R. Al-Tirmidzi)

b. Imam Bukhori dan Imam Muslim yang artinya :


“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

c. Hadits riwayat Imam Muslim :

“Nabi S.A.W biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya dan hanya sedikit saja hari-hari berbuka beliau di bulan sya’ban” (HR. Imam Muslim).

Dari hadits-hadits di atas, hadits pertama Rosulullah SAW melarang puasa setelah nisyfu Sya’ban dan hadis kedua Rosulullah melarang puasa setelah nisyfu Sya’ban kecuali orang yang punya kebiasaan puasa sebelumnya. Dan hadits yang ketiga menunjukkan bahwa Rosulullah puasa ke banyak hari-hari di bulan sya’ban .

Kesimpulannya :
Berpuasalah sebanyak-banyaknya di bulan Sya’ban dari awal sya’ban hingga akhir. Dan jangan berpuasa setelah tanggal 15 Sya’ban kecuali engkau sambung dengan hari sebelumya, atau untuk mengganti puasa atau karena kebiasaan berpuasa di hari-hari sebelumnya.
Wallahu a’lam bisshowab

untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Facebook nya Disini
Semoga bermanfaat

Wa'alaikumsalam Wr Wb




Wednesday, 20 May 2015

ZUHUD


ZUHUD

Assalamu'alaikum Wr Wb.
Bismillahirrohmannirohiim

Kali ini saya bagi Nasihat dari Al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
saya ambil dari Fanse page beliau di FB.
silahkan simak .....

"Zuhud bukan melepaskan dunia dari tanganmu sementara engkau menyimpannya dalam hati, zuhud adalah menghilangkan dunia dari hatimu dan menggengamnya dengan tanganmu."

silahkan kunjungi facebook nya klik Disini

Semoga bermanfaat
terimakasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.






Tuesday, 19 May 2015

NI’MAT UNGGULAN




NI’MAT UNGGULAN
Assalamu'alaikum sahabat blogger
kali ini saya menyajikan Nasihat dari Kalam seorang ulama yaitu Al-Habib Soleh bin Muhammad Basalamah (Pimpinan PonPes DARUSSALAM Jatibarang Brebes Jawa Tengah),
saya ambil dari akun fb nya, silahkan simak, semoga bermanfaat...
Allah SWT Tuhan semesta alam, yang mempunyai sembilan puluh sembilan sifat dan disebut dengan “Asma’ul Husna”.
Diantara sifat-Nya Allah yaitu “Al-Kariim” yang berarti Maha Pemurah. Maka dengan sifat inilah, Allah SWT mencurahkan berbagai karunia-Nya kepada semua makhluk-Nya, terlebih kita manusia sangkin banyaknya ni’mat Allah yang dianugrahkan kepada umat manusia sampai-sampai tidak bisa terhitung dan tidak pula terbatas, hal ini sesuai firman Allah SWT dalam Al-qur’an, surat An-Nahl ayat : 18

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya ( karena banyaknya ). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( An-Nahl : 18 )

Demikian pernyataan Allah sendiri dalam menyikapi berbagai ni’mat, namun dibalik itu semua keni’matan yang Allah curahkan kepada manusia, ada beberapa ni’mat yang sangat berbobot, ni’mat yang agung, ni’mat yang sangat amat besar nilainya dibandingkan dengan ni’mat-ni’mat yang lainnya yaitu ni’mat iman islam. Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad R.A :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِنَّ اللهَ يُعْطِى الدُّنْيَا لِمَنْ يُحِبُّ وَلِمَنْ لاَ يُحِبُّ وَلاَ يُعْطِى الدِّيْنَ إِلاَّ لِمَنْ أَحَبَّ (رواه أحمد)
Artinya : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah menganugrahkan ni’mat yang berupa harta dunia kepada siapapun, baik yang dicintainya maupun yang tidak dicintainya ( muslim maupun kafir ) akan tetapi Dia ( Allah ) tidak menganugrahkan agama ini ( iman islam ) kecuali kepada hamba yang dicintainya. ( HR. AHMAD )
Seorang Ulama besar yaitu Syekh Muhammad bin Isma’il Ash-shon’aniy juga mengatakan :

أَيُّ مِنَّةٍ أَعْظَمَ مِنْ مِنَّةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ وَأَيُّ عَطِيَّةٍ أَسْنَى مِنْ عَطِيَّةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ.

Artinya : “karunia mana yang lebih besar dari karunia iman dan islam, dan pemberian mana yang lebih tinggi dari pada pemberian iman dan islam. 
Maka dari itu mari kedua ni’mat yang agung ini kita jaga dan kita pelihara erat-erat dengan memperbanyak kebajikan dan syukur agar keduanya selalu subur dan menyelamatkan kita semua kelak ketika menghadap Allah SWT di hari kiamat, dan selalu memperbanyak membaca do’a :

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا عَلَى نِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ وَكَفَى بِهِمَا بِالنِّعْمَةِ
…(وَاللهُ أَعْلَمُ)…
Wa'alaikumsalam Wr Wb.





Monday, 18 May 2015

JANGAN MEN-DUA-KAN ALLAH


JANGAN MEN-DUA-KAN ALLAH

Bissmillahirrohmanirrohiim
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dibawah ini ada kalam Ulama yang mungkin bermanfaat untuk kita baca.
Selamat membaca dan merenung.

Segala kemudahan,kelancaran dan kesuksesan dunia dan akhirat kuncinya adalah "Jangan menduakan Allah."
Manusia terkadang tak segan-segan untuk mendapatkan kemauannya, merealisasikan impian yang di cita-citakan atau pun memuluskan planning proyek segala cara akan dilakukannya, apakah harus melobi rekan bisnis, membuat proposal mengajukan penawaran meski harus menyogok atau bagi pencari kerja,pelajar terpaksa harus menitip amplop suap kepada instansi terkait demi berhasil keinginannya yang pada akhirnya hanya mengandalkan kekuatan/kemampuan dirinya hingga sangat besar harapannya kepada manusia.
Sahabatku yang di cintai Allah...

Tidak salah orang yang berusaha dengan kemampuan zahir yang ada pada dirinya namun perlu di ingat,kemampuan dan keahlian yang kita miliki sangat terbatas.
Dewasa ini sering kali kita melihat ada beberapa saudara kita,mereka mati-matian pontang panting mencari nafkah mengais rezeki bahkan ada yang sekilas kita melihat mereka hidup dalam kemewahan tapi tidak mendapatkan kepuasan hingga hak-haknya Allah yang menjadi kewajiban bagi seorang hamba di abaikan.
Sibuk mencari rezeki / bekerja / sekolah, lalai dengan Ibadah dan alasannya juga klasik, padahal sudah janji-Nya, jika kita siap berani mentaati melakukan hak-haknya Allah, maka Allah pun akan membukakan segala kemudahan dan pintu rezeki.

Jadi kesempitan hidup itu, kegagalan dan kehancuran tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan,diantara penyebabnya "KITA MENDUAKAN ALLAH" hak-Nya Allah tidak kita penuhi, kita lebih mengandalkan manusia ketimbang Allah, kita lebih mau mendatangi manusia / orang pintar dari pada mendatangi Allah 'Azza wa Jalla mengadu dan memohon pertolongan pada-Nya.

Padahal jelas ahli hikmah menerangkan pada kita di bayt sya'irnya:
لا تسألن بُنيَّ آدم حاجةً
Janganlah kamu meminta meski pun satu hajat pada manusia, 
و سل الذي أبوابه لا تُحجبُ
Tapi mintalah kepada Dzat yang pintu-Nya tidak pernah tertutup.
الله يغضبُ إن تركت سؤاله
Allah Ta'ala sangat murka jika ada seseorang yang tidak mau memohon pada-Nya
و بُنَيَّ آدم حينَ يُسألُ يغضبُ
sedangkan Manusia ketika dipinta dia akan marah.

Begitulah saudara-saudariku...
Apapun hajatmu segala keInginanmu, jadikanlah Allah sebagai prioritas tempat memohon, tempat bersandar segala duka cita.

Jangan khawatir masalah rezeki,jodoh atau lainnya jika Allah berkendak memberikannya tidak akan ada satu makhluk pun bisa mencegahnya, begitu juga sebaliknya jika DIA tidak berkehendak sekuat apapun usahamu,lobi dan caramu tidak akan pernah bisa berhasil.

حسبنا الله ونعم الوكيل،نعم المولى ونعم الناصر
حسبنا الله ونعم الوكيل،نعم المولى ونعم الناصر
حسبنا الله ونعم الوكيل،نعم المولى ونعم الناصر

Sampai detik ini sebagian kita masih memahami kalimat "menduakan" Allah adalah mensekutu
itulah beberapa kalam dari Al-Habib Quraisy Baharun
Semoga Bermanfaat
Wassalamu'alaikum Wr. Wb