AGAR UMMAT DENGAN JELAS MENGERTI TENTANG FADHILAH BULAN SYA’BAN DAN MALAM NISHFU SYA’BAN
Assalamu'alaikum Wr Wb.
dibawah ini ada kutipan dari kalam Al-Habib Soleh Bin Muhammad Basalamah
mari kita simak dan cermati serta renungi isi nya.
Suatu ummat atau negara atau kaum apabila terjadi dalam kehidupan mereka kejadian yang bersejarah, bernilai tinggi dan sangat penting pasti kejadian tersebut akan dikenang bahkan diperingati, begitu juga bulan Sya’ban bagi ummat Nabi Muhammad SAW.
Pada awal permulaan diperintahkannya sholat, Allah menentukan kiblat-nya menghadap Baitul Maqdis ( Masjidil Aqso di Palestina ), orang-orang yahudi menganggap bahwa Baitul Maqdis adalah kiblat-nya mereka, maka orang-orang yahudi menghina ummat islam dianggap men-jiplak kiblat mereka, kejadian ini menjadikan Rasulullah SAW perihatin dan terus memohon kepada Allah agar diberi kiblat sendiri bagi ummat islam.
MAKA PADA BULAN SYA’BAN turunlah ayat yang ke 144 dari surat Al-Baqoroh :
“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering me-nengadah ke langit, Maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu”.
Kejadian ini dikenal dengan “TAHWIILUL QIBLAT” pengalihan arah kiblat, seandainya saudara-saudara kita ummat Nabi Muhammad SAW mengetahui sejarah ini, maka bulan Sya’ban akan diperingati sebagai bulan “TAHWIILUL QIBLAT” yang diharap dan disenangi oleh Rasulullah SAW (Lepas dari anggapan men-jiplak kiblatnya Yahudi).
KEJADIAN LAIN DALAM BULAN SYA’BAN yaitu Allah menurunkan ayat yang ke-56 dari surat Al-Ahzab : ada DUA HAL PENTING dari ayat ini, PERTAMA ; Allah memberi informasi kepada ummat Nabi Muhammad SAW : Bahwa Allah dan seluruh para Malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, KEDUA ; Bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
SHOLAWAT adalah merupakan keistimewaan Nabi Muhammad SAW dan ummatnya karena hanya diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan ummatnya, KEISTIMEWAAN INI ayatnya turun pada bulan sya’ban.
• INFORMASI PENTING DARI RASULULLAH SAW KEPADA UMMATNYA TENTANG BULAN SYA’BAN
Dalam berbagai keterangannya Rasulullah SAW menjelaskan bahwa : Amal setiap manusia dilaporkan kepada Allah setiap hari, ini namanya laporan harian, dalam riwayat lain Rasulullah SAW menerangkan bahwa : Amal setiap manusia dilaporkan kepada Allah setiap hari senin dan kamis, ini namanya laporan mingguan, dan kali ini Rasulullah SAW memberi informasi :
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَانَ ؟ قَالَ : ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفَلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْأَعْمَالُ إِلٰى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَأَنَا أَصُوْمُ. (رواه النسائى)
Diriwayatkan dari Shahabat Usamah Bin Zaid R.A berkata : aku bertanya : “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa dalam suatu bulan, sebagaimana engkau berpuasa pada bulan sya’ban?”. Maka Rasulullah SAW menjawab : “Bulan tersebut (Bulan Sya’ban) adalah bulan yang sering kali dilalaikan oleh banyak orang, karena terletak diantara bulan Rojab dan bulan Romadhon, Sya’ban adalah bulan diangkatnya (dilaporkannya) berbagai amal manusia kepada Allah Tuhan Pencipta semesta alam, dan aku berharap agar ketika amalku dilaporkan nanti aku dalam keadaan sedang berpuasa”. (HR. IMAM AN-NASA’I)
Allah tidak membutuhkan laporan tentang amal manusia sebab Allah Maha Tahu segala-galanya, akan tetapi laporan-laporan ini adalah penampakkan kekuasaan Allah kepada makhluk-Nya dan mempunyai hikmah tersendiri.
INILAH KECINTAAN RASULULLAH SAW KEPADA UMMATNYA, Agar ummatnya lebih semangat mendekatkan diri kepada Allah pada bulan Sya’ban. Sehingga dilaporkan amalnya dalam keadaan paling baik.
ADA APA DI MALAM NISHFU SYA’BAN?
Inilah informasi dari Rasulullah SAW :
• PERTAMA :
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يَطَّلِعُ اللهُ إِلٰى جَمِيْعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مَشَاحِنٍ. (رواه الطبراني وابن حبان)
Diriwayatkan dari Shahabat Mu’adz Bin Jabal R.A ; dari Nabi Muhammad SAW, Beliau bersabda : “Pada malam Nishfu Sya’ban (Malam 15 bulan sya’ban) Allah memandang semua makhluk-Nya dengan pandangan rohmat-Nya, Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka, kecuali orang Musyrik (orang yang menyekutukan Allah) dan Musyahin (orang yang suka membenci terhadap sesama makhluk).
(HR. IMAM AT-THOBARONI & IBNU HIBBAN)
• KEDUA :
عَنِ السَّيِّدَةِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَالَ : هٰذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلِلّٰهِ فِيْهَا عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ بِعَدَدِ غَنَمِ كَلْبٍ وَلَا يَنْظُرُ اللهُ فِيْهَا إِلٰى مُشْرِكٍ وَلَا إِلٰى مَشَاحِنٍ وَلَا إِلٰى قَاطِعِ رَحِمٍ وَلَا إِلٰى مُسْبِلٍ وَلَا إِلٰى عَاقٍ لِوَالِدَيْهِ وَلَا إِلٰى مُدْمِنِ خَمْرٍ . (رواه البيهقي)
Diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Pada suatu malam Malaikat Jibril mendatangiku, Dia berkata : “Malam ini adalah malam Nishfu Sya’ban yang dimana Allah membebaskan hamba-hambaNya dari siksaan api neraka, sejumlah bilangan bulu kambing kabilah Bani Kalb di malam itu Allah tidak akan memandang kepada orang Musyrik, juga orang yang suka menebar kebencian, orang yang memutuskan tali keluarga, orang yang suka mencaci maki dan orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, juga orang yang suka meminum minuman keras (pecandu miras)”. (HR. IMAM AL-BAIHAQI)
AGAR UMMATNYA PADA MALAM TERSEBUT memperbanyak istighfar sehingga menjadi ummat yang diampuni dosanya, dan agar ummatnya mempersiapkan diri menjadi ummat yang “UTAQO” artinya ummat yang dibebaskan dari siksaan api neraka dengan melepaskan diri dari perbuatan-perbuatan yang disebutkan tadi oleh Rasulullah SAW sebagai perbuatan-perbuatan penghalang, dengan informasi ini ummat akan menghindari perbuatan-perbuatan penghalang (atau bertaubat), ITULAH MALAM NISHFU SYA’BAN.
APA YANG HARUS DILAKUKAN PADA NISHFU SYA’BAN? (MALAM DAN HARINYA)
Inilah informasi dari Rasulullah SAW :
عَنْ سَيِّدِنَا عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمًوْا يَوْمَهَا فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالٰى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرُ لَهُ أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مِنْ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا ، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ . (رواه ابن ماجه)
Diriwayatkan dari Sayyidina Ali Bin Abi Tholib R.A, dari Nabi Muhammad SAW, Beliau bersabda : “Apabila datang malam Nishfu Sya’ban, maka kalian hidupkanlah malamnya dan berpuasa-lah pada pagi harinya, karena sesungguhnya Allah SWT pada malam itu turun ke Langit dunia, Allah SWT menyeru hamba-Nya seraya berfirman : “Adakah orang yang memohon ampunanku pasti akan Aku ampuni dosanya, Adakah orang yang memohon rizki kepadaku, pasti Aku akan memberinya rizki, Adakah orang yang sedang susah tertimpa musibah, pasti Aku beri ia keselamatan, dan seterusnya dimulai dari tenggelamnya matahari sampai terbitnya fajar”.
(HR. IMAM IBNU MAJAH)
Rasulullah SAW memerintahkan ummatnya pada malam Nishfu Sya’ban untuk dihidupkan dan berpuasa pada paginya.
Perintah Rasulullah SAW ini muthlaq artinya melakukan amaliyah apa saja yang berbentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, dan karena mayoritas ummat islam adalah orang ‘awwam maka para ulama mengatur dan menganjurkan agar ummat islam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan membaca surat Yasin tiga kali dan diiringi Do’a yang sudah masyhur ( DO’A MALAM NISHFU SYA’BAN ) yang disusun oleh para Alim Ulama, ini sekedar bimbingan para Ulama, silahkan ummat islam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan apa saja yang bernilai pendekatan diri kepada Allah SWT, ini baru sedikit yang bisa kami tulis, disana masih banyak riwayat-riwayat yang menerangkan fadhilah bulan sya’ban dan malam Nishfu Sya’ban.
SAUDARA-SAUDARAKU UMMAT NABI MUHAMMAD SAW MALAM NISHFU SYA’BAN INSYA ALLAH HARI SENIN, TANGGAL 1 JUNI 2015 MALAM SELASA.
Mudah-mudahan kita semua mendapatkan hidayah dari Allah SWT untuk bisa memperbaiki diri lewat bulan Sya’ban dan malam Nishfu Sya’ban. Amiiin...
Wa'aaikumsalam Wr. Wb.